Teks Cerita Sejarah

 


  Nama.    : Aisyah Putri Pramadhani

  Kelas      : XII A4 

  Sekolah : SMA NEGERI 4 MEDAN 

  E-mail    : pramadhani144@gmail.com





1. Teks Cerita Sejarah! 

                                PUTRI HIJAU 

    Dahulu di Sumatera Utara terdapat Kerajaan Deli yang rajanya memiliki tiga orang anak, yakni Mambang Yazid, Putri Hijau, dan Mambang Khayali. Raja Deli sudah lanjut usia dan akan menemui ajalnya. Sebelum meninggal dunia, sang raja berperan kepada ketiga anaknya supaya saling menjaga satu sama lain. Setelah sang raja meninggal, Mambang Yazid sebagai putra tertua menggantikan sang ayah. Ia tak melupakan tanggung jawab untuk menjaga adik-adiknya. Mambang Yazid beserta kedua adiknya, Putri Hijau dan Mambang Khayali sangat dicintai oleh rakyatnya. Seiring berjalannya waktu, Putri Hijau dan Mambang Khayali tumbuh menjadi sosok yang dewasa dan bijaksana. Putri Hijau menjelma menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Ia juga memiliki keistimewaan yakni mampu memancarkan cahaya hijau. Sang putri sangat suka berjalan-jalan di taman kerajaan ketika malam hari, terutama ketika bulan purnama.

   Suatu malam ketika bulan purnama bersinar terang, Putri Hijau sedang berjalan-jalan di taman. Cahaya hijau yang terpancar dari tubuhnya, konon terlihat hingga ke Kerajaan Aceh. Raja Aceh heran. Ia kemudian memerintah orang kepercayaannya untuk mencari tahu dari mana asal cahaya tersebut. Setelah lama mencari tahu, orang kepercayaan raja Aceh menemukan bahwa pancaran sinar tersebut berasal dari Putri Hijau, adik Raja Deli, Mambang Yazid.

   Sang raja Aceh tertarik akan pesona sang Putri Hijau dan ingin meminangnya menjadi permaisuri. Ia pun memerintahkan orang kepercayaannya untuk menyampaikan lamarannya. Ketika sampai di Kerajaan Deli, orang kepercayaan raja Aceh menyampaikan maksudnya untuk melamar Putri Hijau. Namun, Putri Hijau merasa belum mau untuk bersuami. Hal itu disampaikan dengan halus oleh sang kakak, Mambang Yazid. Setelah itu, orang dari Aceh kembali. Ia kemudian menyampaikan kepada raja Aceh bahwa Putri Hijau menolak pinangannya

   Mendengar hal tersebut, raja Aceh merasa terhina dan murka. Ia kemudian memerintahkan seluruh pasukannya untuk bersiap menyerang Kerajaan Tanah Deli. Raja Aceh juga berpesan kepada raja Deli, Mambang Yazid untuk menyerahkan Putri Hijau supaya tidak terjadi peperangan. Namun, Raja Mambang Yazid dengan halus menolak permintaan tersebut. Akibatnya pecah perang antara Tanah Deli dengan Aceh. Perang berlangsung sangat sengit. Pasukan Aceh kemudian berusaha mengacaukan konsentrasi pasukan Tanah Deli. Pasukan Aceh mengisi meriamnya dengan perhiasan dari emas. Strategi tersebut berhasil mengalihkan pasukan Tanah Deli. Akibatnya Tanah Deli kalah dalam peperangan dan berhasil ditaklukkan. Putri Hijau ditangkap dan diboyong ke Aceh dalam sebuah peti kaca menggunakan kapal laut. Ketika sampai di Aceh, Putri Hijau minta diadakan upacara untuk menurunkan dirinya. Namun, saat upacara baru mulai, badai dan angin kencang menghempas. Dari dalam laut, muncul naga yang merupakan jelmaan dari Mambang Yazid, kakak Putri Hijau yang kalah perang. Putri Hijau pun diselamatkan dan dibawa ke laut oleh kakaknya.


2. Teks Sejarah! 

                ASAL MULA ISTANA MAIMUN

  Istana Maimun merupakan istana peninggalan Kerajaan Deli. Istana Maimun dibangun atas perintah Sultan Deli, yaitu Sultan Ma’moen Al Rasyid. Pembangunan dimulai pada tahun 1888, dan selesai pada tahun 1891. Nama Maimun sendiri diambil dari nama permaisuri sultan yang bernama Siti Maimunah. Kata maimun berasal dari bahasa Arab yang berarti berkah, dan menjadi bukti cinta sultan kepada permaisurinya.       

 Setelah selesai dibangun, Istana Maimun ini menjadi saksi bisu pemerintahan empat Sultan Melayu yang menempatinya. Seperti disinggung sebelumnya, Istana Maimun sangat kental corak Melayu. Meski demikian, istana ini juga memadukan gaya arsitektur lintas budaya seperti Eropa dan Persia.       Istana Maimun dibangun di atas tanah seluas 2.772 meter persegi, dengan luas bangunan seluas 772 meter persegi. Total bilik dan kamar di istana ini mencapai 30 ruangan. Istana ini dibangun dengan dua lantai dan tiga bagian. Ketiganya adalah ruang utama, sayap kanan dan sayap kiri.

  Ruang utama Istana Maimun memiliki luas 412 meter persegi. Istana ini berfungsi sebagai Balairung, yaitu untuk menerima tamu atau upacara adat. Siapa sangka, dibalik kemegahan Istana Maimun terdapat sosok tentara Belanda yang menjadi arsiteknya. Arsitek Istana Maimun bernama Theodore van Erp yang berpangkat kapten dalam kemiliteran.

 Dalam sejarahnya, Istana Maimun disebut dulunya terhubung dengan Masjid Raya Al Mahsun Medan dan Taman Sri Deli. Istana Maimun merupakan pusat pemerintahan kesultanan saat itu, masjid raya sebagai tempat ibadah dan taman untuk bersantai. "Satu kesatuan, satu kompleks. Istana Maimun itu tempat pemerintahan tradisional Sultan Deli, Masjid Raya tempat ibadah, taman itu sebagai tempat bangsawan duduk di sore hari," ucap sejarawan dari UIN Sumut, Hendri Dalimunthe beberapa waktu yang lalu. 

 Kini, Istana Maimun menjadi peninggalan sejarah sebagai pengingat kejayaan Kesultanan Deli. Untuk bisa masuk ke Istana Maimun ini dipatok harga Rp 10 ribu untuk setiap orang. Di dalam istana kita bisa berfoto di berbagai peninggalan kesultanan itu.


3. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

    Kata ganti orang ketiga

 

  

 


Komentar